Ekstrimasi Mengingatkan Sesama

Sebagai sesama manusia, apalagi seorang muslim terhadap sesamanya, wajib hukumnya mengingatkan akan kebaikan sepanjang waktu, terlebih lagi jika ada yang melakukan kesalahan wajib hukumnya mengingatkan tentang kebaikan.

Tetapi sampai sekarang masih amat sangat sedikit sekali banget sebuah iklan masyarakat tentang pentingnya kebaikan, dan yang makin memperparah keadaan adalah tidak ada organisasi atau majelis agama manapun yang getol dalam mengingatkan sesama. Memang banyak kelompok pengajian dan semacamnya, tetapi itu hanya sebatas untuk kalangan sendiri dan kebanyakan sudah tahu akan kebaikan, atau minimal yang berusaha untuk tahu akan kebaikan. Hal tersebut sangat-sangat disayangkan karena suatu siar kebaikan sudah seharusnya memiliki sasaran yang lebih luas, yang bersifat umum, yang bersifat penyadaran masyarakat.

Ekstrimasi (dari kata inggris: extreme) untuk mengingatkan sesama perlu dibangun sesegera mungkin, sebanyak mungkin, dan seluas mungkin. Sebagai bukti ekstrim dari keterlambatan mengingatkan suatu masyarakat adalah dengan adanya bencana yang diturunkan pada golongan masyarakat tersebut sebagai ganjaran akan keburukan yang telah dilakukan. Meulaboh, Pangandaran, Situ Gintung, semua ternyata menjadi tempat maksiat jika malam tiba.

Metode ekstrimasi mengingatkan sesama dapat diambil dari metode-metode publikasi dan pengiklanan. Dari mulai pamflet, flyer, stiker, gantungan kunci, sampai iklan di televisi. Cakupan target harus menyeluruh, mulai dari kalangan anak sekolah, remaja, sampai lanjut usia. Kontennya pun harus sangat beragam sesuai sasaran, seperti poster di sekolah, yel yel di kantor, stiker di kosan, atau reklame di jalan. Konten dapat dibuat mulai dari yang sederhana seperti stiker kecil "Sudahkah anda sholat tepat waktu?" sampai reklame besar "Berbuat zina PASTI menghilangkan rezeki dan harta benda!".

Lihat dalam keseharian kita, apakah ekstrimasi untuk mengingatkan diri sendiri dan sesama itu perlu? Kita memang dibuat mudah lupa akan kebaikan, apalagi banyak yang justru tidak tahu dan tidak diberitahu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanggapan anda?