Fusion Kernel

Satu kernel menangani aplikasi-aplikasi lintas sistem operasi, mengapa tidak?

Sebenarnya dari dulu kita bisa menggabungkan dua buah kernel dan hook-servicenya menjadi sebuah kernel besar. Tentunya semua akan menyangka kernel tersebut akan menjadi rumit dan besar karena mekanisme kedua sistem operasi yang sangat berbeda. Tetapi justru keberbedaan yang sangat besar tersebut akan lebih mudah mengimplementasikan sebuah Fusion Kernel. Mengenai mekanisme input/output dan message antar aplikasi memang harus menjadi satu lintas gabungan antar keduanya, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mewujudkan Fusion Kernel beraksi ketika hanya membedakan penanganan pembacaan executable file dan hooking dynamic library yang dibutuhkan. Hal ini akan membuat sistem operasi mengeksekusi file tersebut sangat cepat, daripada sekedar memakai virtual machine.

Selain dari sebuah virtual machine, kebanyakan komunitas suatu sistem operasi akan menginginkan sebuah multi platform virtualization yang diposisikan di atas sistem operasi tersebut. Hal ini menyebabkan proses fusion dari kedua kernel tidak akan pernah terwujud. Terlebih lagi ketika komunitas tersebut saling mempertahankan gengsi masing-masing, dan justru menambah dan menyebarkan versi distribusi yang semakin beragam.