Kebayang ngga kalau ternyata inteligensi adalah hanya sebagian proses yang terjadi pada otak kita. Semua yang kita kira tentang emosi, perasaan hati, kecerdasan (inteligensi), dan akhlak sebenarnya hanya terjadi dalam proses-proses yang berhubungan dengan otak!
Fungsionalitas Otak
Otak disusun dari ratusan milyar sel syaraf yang setiap sel memiliki sedikitnya 10.000 koneksi ke syaraf lainnya. Setiap syaraf memiliki koneksi masukan dan koneksi keluaran, mirip seperti sebuah fungsi matematika seperti f(x) = ax + b, dengan x sebagai variabel masukan dan f(x) sebagai variabel keluaran.
Dalam proses pembelajaran, sel syaraf dapat membuat koneksi-koneksi ke sel syaraf lain jika dibutuhkan, sehingga koneksi masukan dan keluaran dapat berkembang sangat banyak, dan sel syaraf tersebut dapat menjadi fungsi yang rumit. Kemampuan otak memproses sesuatu adalah kemampuan proses milyaran sel syaraf secara serentak, tetapi tergantung pada keterhubungan syaraf-syaraf tersebut.
Orang yang lebih pintar mengenai suatu masalah dan pendekatan penyelesaiannya biasanya memiliki keterhubungan antar-syaraf yang lebih banyak namun justru lebih sederhana secara struktural, sehingga satu proses otak hanya membutuhkan lebih sedikit syaraf yang terlibat, yang berarti prosesnya akan jauh lebih cepat.
Akhlak
Kesempurnaan akhlak manusia adalah tujuan utama agama Islam. Akhlak adalah sebuah fungsi intelegensi besar otak yang melibatkan lebih banyak aspek rasional pada cara berfikirnya. Pembelajaran dan pendidikan agama mengenai akhlak sebenarnya adalah dengan menciptakan dan membentuk fungsi-fungsi yang benar pada otak sehingga kemampuannya sesuai dengan kaidah rasional agama dan kehidupan manusia. Seperti sebuah fungsi, sempurnanya akhlak harus diuji dengan memberi masukan dan mengecek kebenaran antara masukan dan keluaran. Kesesuaian fungsi akhlak dengan ilmu agama adalah suatu hal yang sangat berharga.
Membuat Intelegensi
Intelegensi seseorang dapat dibuat sedemikian rupa, baik secara biologis maupun secara pembelajaran. Secara biologis otak cerdas memiliki tingkat perkembangan yang berbeda-beda. Tetapi dalam perencanaan dan perangsangan yang tepat, intelegensi dapat dibuat sedemikian rupa. Pembuatan intelegensi yang efektif dapat dimulai ketika ibu semasa hamil hingga sekitar 16 tahun. Yang paling penting untuk diingat sepanjang waktu itu adalah hindari rokok dan minuman keras dan banyak-banyak membuat anak tertawa.
Fungsionalitas Otak
Otak disusun dari ratusan milyar sel syaraf yang setiap sel memiliki sedikitnya 10.000 koneksi ke syaraf lainnya. Setiap syaraf memiliki koneksi masukan dan koneksi keluaran, mirip seperti sebuah fungsi matematika seperti f(x) = ax + b, dengan x sebagai variabel masukan dan f(x) sebagai variabel keluaran.
Dalam proses pembelajaran, sel syaraf dapat membuat koneksi-koneksi ke sel syaraf lain jika dibutuhkan, sehingga koneksi masukan dan keluaran dapat berkembang sangat banyak, dan sel syaraf tersebut dapat menjadi fungsi yang rumit. Kemampuan otak memproses sesuatu adalah kemampuan proses milyaran sel syaraf secara serentak, tetapi tergantung pada keterhubungan syaraf-syaraf tersebut.
Orang yang lebih pintar mengenai suatu masalah dan pendekatan penyelesaiannya biasanya memiliki keterhubungan antar-syaraf yang lebih banyak namun justru lebih sederhana secara struktural, sehingga satu proses otak hanya membutuhkan lebih sedikit syaraf yang terlibat, yang berarti prosesnya akan jauh lebih cepat.
Akhlak
Kesempurnaan akhlak manusia adalah tujuan utama agama Islam. Akhlak adalah sebuah fungsi intelegensi besar otak yang melibatkan lebih banyak aspek rasional pada cara berfikirnya. Pembelajaran dan pendidikan agama mengenai akhlak sebenarnya adalah dengan menciptakan dan membentuk fungsi-fungsi yang benar pada otak sehingga kemampuannya sesuai dengan kaidah rasional agama dan kehidupan manusia. Seperti sebuah fungsi, sempurnanya akhlak harus diuji dengan memberi masukan dan mengecek kebenaran antara masukan dan keluaran. Kesesuaian fungsi akhlak dengan ilmu agama adalah suatu hal yang sangat berharga.
Membuat Intelegensi
Intelegensi seseorang dapat dibuat sedemikian rupa, baik secara biologis maupun secara pembelajaran. Secara biologis otak cerdas memiliki tingkat perkembangan yang berbeda-beda. Tetapi dalam perencanaan dan perangsangan yang tepat, intelegensi dapat dibuat sedemikian rupa. Pembuatan intelegensi yang efektif dapat dimulai ketika ibu semasa hamil hingga sekitar 16 tahun. Yang paling penting untuk diingat sepanjang waktu itu adalah hindari rokok dan minuman keras dan banyak-banyak membuat anak tertawa.
- Sejak ibu hamil harus banyak mengkonsumsi susu, kacang-kacangan, kurma/madu, dan minyak ikan. Gunakan rangsangan tambahan dari sang ibu dengan banyak mengerjakan soal matematika, dan mendengarkan musik bernada tinggi, atau dengan banyak bernyanyi dan main alat musik bernada.
- Konsumsikan ASI pada bayi selama mungkin.
- Ketika sudah mulai dapat memakan makanan keras. Konsumsikan kacang-kacangan dan minyak ikan sampai usia 16 tahun.
- Ajarkan bernyanyi sejak sudah mulai berbicara, iringi dengan alat musik. Hentakan musik dapat merangsang otak. Barengi dengan mengajarkan huruf-huruf dan gambar-gambar.
- Ajarkan salah satu alat musik bernada sejak sudah mulai menggunakan jemarinya dengan benar. Nada musik membuat otak lebih peka terhadap rangsang yang rumit.
- Ajarkan doa-doa dan surat pendek sebelum lancar membaca untuk merangsang kemampuan hafalan otak.
- Setelah mulai lancar membaca, kenalkan sebanyak-banyaknya nama benda dari A sampai Z melalui gambar, untuk merangsang kekuatan rasional otak.
- Setelah mulai SD, ajarkan matematika dan IPA dengan serius. Ajarkan juga membaca Quran. Barengi dengan les musik sampai akhir SD. Untuk merangsang otak berpikir serius.
- Di pertengahan SD, ajarkan surat-surat agak panjang. Ajarkan mengenal uang, fungsi, dan kaitannya dengan ekonomi bisnis. Ajarkan juga ilmu agama dari segala sumber, dari yang ringan hingga pokok-pokok ajaran. Untuk merangsang otak berpikir lebih luas.
- Di awal SMP, ajarkan mengenai kecerdasan finansial, latih dengan mengelola keuangannya sendiri. Untuk merangsang otak berfikir kritis dari segi ekonomi. Juga ajarkan olah raga yang disenangi dengan serius.
- Di akhir SMP, ajarkan mengenai bisnis dan seluk-beluknya. Ajarkan juga sebanyak-banyaknya mengenai awal pembuatan produk hingga penjualannya. Untuk mendidik anak agar berfikir kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan anda?