SEmua lantas berbaris merayap. Semut2 itu pun mengerumuni madunya. Madu itu mulai meleleh karena panas. Maklum knalpot masih berasap. Kemudian kaki kiri menyentuh sedikit dan berteriak, "SOTOOOO...!!!". Si abang itu lewat dgn gerobaknya. Gerobak itu didorongnya dgn kedua tangan yg masih basah. Yg kanan masih memegang es krim. Yg 1 lagi masih ada busa sisa mencuci. Yg 1 lagi memegang hp kesayangannya. Yg 1 lagi berharap dapat kerja. Tidak masalah jika terus berusaha menggapai. Memang layang2 di tiang listrik sesekali bisa jatuh sendiri.
PEnyakit hati menghampiri seseorang yg berpangku tangan. Memang kadang lebih berat tangan kanan. Gelang yg keemasan jg masih melingkar di kotaknya. Bukan karena emas kemudian dipakainya di telinga. Tindiknya masih terlihat lubang di dasar laut. Kemudian aliran magma tidak terasa berputar bagai bianglala. Entah bagaimana ia bergerak kemudian kembali lagi dgn penumpangnya. Kereta itu tiada henti bolak balik kota ke kota. Walau dihampiri tetapi 5 menit saja. Cukup utk belanja nasi bungkus dan membayarnya, tunai. Sesuatu yg sgt berarti utk beratus kali waktu yg dipakai.
ADa kerumunan orang foto berdiri. Padahal yg duduk adalah mereka kecuali kamera saku di celana. Kemudian mereka berdiri dan kamera didudukkan supaya terlihat mereka duduk. Tetapi hasil yg dicapai adalah kelihatan mereka yg tidur berjejer. Tidak pula yg foto dan orang2 sekeliling yg lewat. Yg menawarkan jasa foto duduk dan berdiri. Jg yg memegang payung beramai-ramai menghampiri. Bahkan ketika hujan reda. Genangan air yg dilalui jg terlihat di kanan dan kiri. Mengingatkan adanya tsunami beberapa saat sblm sidang dimulai. Entah mengapa tepat sehari sblm. Terkadang pisau yg jatuh di genangan jg mencipratkan air sana sini.
"OBatnya?", "Glek aja langsung!", kata seorang anak bertanya pd bapaknya, kemudian bapaknya bertanya pd ibunya, kemudian ibunya bertanya kepada suaminya, kemudian suaminya bertanya pd cucunya. "Cobalah cu, susunlah 10 kata berikut ini kemudian jadikanlah itu sesuatu yg bermanfaat bagimu: kesehatan - setiap - harus - rokok - dan - jiwanya - alkohol - manusia - keselamatan - menjaga". Kemudian dicarinya ballpoin itu di lemari. Lembar demi lembar kertas diraihnya dan dicobakannya susunan yg tiada akhir. Dgn sadar semua orang mencoba mencoretkan beberapa kata pd keningnya. Kemudian berkeringat dan tertawa akan maksud apa2 yg pantas dilewatkan di dunia.
TIdak demikian ketika yg masih gelap benderang mulai mengais rejeki dgn imbalan energi. Tidak dihiraukan bulan bagaimana ia ditimpa, dihujani. Kemudian pd masanya tersiksa bagai dahaga di gurun fatamorgana es jeruk yg mengalir di meja2 para pelanggan resto. Sungguh terlihat adil bagi dasi2 yg bermanusia dgn sejuta kesempatan dan kuasa dalam meraih cita dan angan bagi kenikmatan silau mutiara di mata yg berprisma. Bukan muslihat para pesulap, para palsusionis, para korupsionis, dan para sokelitpolisionis. Tetapi pd dasarnya mereka beramai-ramai memakan segenggam tepung dgn sedikit tahu di goreng pedas. Berbagai kecap cap burung2 jg turut serta mengambil bagian dgn mengaku-ngaku yg paling jago. Padahal bukan ayam.
TErbukti! Gajah di seberang lautan dapat jg dilihat. Walau bagaimanapun benda dipelupuk mata berubah menjadi gelap. Kecuali ada orang lain yg melihat dan melihatkan. Kemudian meraba-raba agar tidak tertusuk sang gajah. Rumput pun jadi bahan perabaan. Kemudian mereka berdua dapat memilih rumput mana yg akan dicabutnya dan disimpan di tempat empuk agar lebih nyaman utk merebahkan diri. Gajah pun turut serta menikmati. Kemudian memanggil beberapa temannya termasuk segerombolan kodok dgn satu tempurung besar pemberian dari pak de kura2 yg sekarang sudah sedikit terbuka.
"PEnipu!", teriak sang maling ketika sang wajib mencoba merayunya di depan pembacasaja2 yg berkerumun di seluruh kota dgn harapan ada seekor semut yg sanggup menarik seekor kambing gelap dgn pelana dari tali pusar bayi dalam genggaman sang ibu. Semut tidak berdarah merah, Tuan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan anda?