Merdeka? katanya. isi kemerdekaan? katanya. negara lebih baik? katanya. negara malah mundur katanya? wacana basi
Enaknya sekarang bebas ngomong ini itu, sok menilai lebih baik padahal dia ngga membantu, sok menilai lebih buruk padahal dia ngga menolong, sok jadi pahlawan padahal dia ngomong doang, sok jadi nomer satu padahal yang lain juga ngaku2. wacana basa-basi
Naik angkot, rebutan. naik bis, rebutan. naik mobil, biayakan. naik motor, ugal2an. katanya sekolah? katanya haji? mana? jalur dua jadi tiga, marka tebas, rambu tebas, trotoar tebas. si wajib biasa maklum, si hukum biasa lewat. bukti basi
Terima kado dikira korupsi, terima bonus dikira korupsi, terima parsel dikira korupsi, terima hadiah dikira korupsi. bisanya main kira2, main tuduh, main ancam, main tangkap. ngakunya ngga tebang pilih, ngakunya ngga pandang bulu. jelas2 ada ribuan pelaku korupsi jalanan, retribusi tapi masuk kantong sendiri, korupsi tapi masyarakat cuek, ada mafia tapi dibiarkan pemerintah. yang ngaku memberantas masih mau berantas ribuan tukang parkir? bukti basa-basi
Ancaman bencana katanya di mana2. ancaman lingkungan katanya di mana2. mana masyarakat tahu kalo itu ancaman padahal ngga pernah disosialisasi. mana masyarakat ngerti kalo itu bahaya padahal ngga diperingatkan. boro2 mikir bencana, mikir peta bencana, mikir rencana hindar bencana, mikir evakuasi, malah sibuk mikir meloloskan proyek buat antek2 bekas tim sukses mereka kemarin, malah sibuk mikir menyetujui kebijakan dari antek2 partai bekas pendukung mereka kemarin. pemimpin basa-basi
Listrik? minyak? beras? air bersih? semua jarang, semua langka. bukankah seharusnya sudah cukup pengalaman untuk mengatasinya? bukankah seharusnya sudah punya rencana untuk ke depannya? bukankah seharusnya sudah cukup umur untuk menjadi lebih baik? bukankah semestinya sudah menjadi sangat baik dengan pengalaman, umur, dan rencana yang dimiliki? ke mana saja bung? sudah tua masih merangkak juga? pln telat berkembang, pertamina baru mau berkembang, pertanian ingin lagi berkembang, pdam mimpi berkembang. pemimpin basi
Ajang olah raga dunia, ikut. ajang kompetisi dunia, ikut. ajang unjuk gigi dunia, ikut. ajang pemanasan global, ikut. mana ajang perbaikan ekonomi rakyat kecil? mana ajang pemberian infak? iklan terus sampe mampus, sementara yg lain sibuk sndiri. mana ajang tertib di jalan? mana ajang merawat fasilitas umum? lupa terus sampe mampus, sementara yang lain ngga peduli. ikut-ikut basa-basi
Nurutin kontrak alasan ekonomi, dilupakan. Nambahin kontrak alasan ekonomi, dibiarkan. jadi kapan negara punya fasilitas sendiri? terus kapan negara punya pemasukan sendiri? semuamua disedot keluar, diambil keluar. kabinet baru membiarkan, manajer baru melupakan. bukannya seharusnya kita bisa usaha sendiri? bukannya seharusnya kita bisa menggunakan sda untuk sendiri? bangun kek buat kita, buat negara. ikut-ikutan basa-basi
Jelang pemilu partai unjuk gigi, para tokoh unjuk gigi. siapa dia atau basa basi? jelas2 keputusan dirapatkan, jelas2 kesimpulan dilobikan. ditanya ini jawabannya sok pasti, ditanya itu jawabannya sok tau. lihat saja mimik basa-basinya. padahal jelas2 belum kecemplung di dalamnya, padahal jelas2 masih di luar cangkang semua. ngomong basa-basi
Impian sejahtera masih jauh teman, impian makmur masih tinggi kawan. jangan harap bisa terwujud di dekade depan. jangan harap bisa dibangun mulai taun depan. untuk yang mempunyai rencana mulia, untuk yang memiliki cita2 mulia, jangan tunggu negara jadi lebih solek, jangan tunggu negara jadi lebih baik. mungkin rencana itulah yang membuat negara ini jadi lebih solek, mungkin cita2 itulah yang membuat negara ini jadi lebih baik. jangan tunggu basi
Nunggu negara lbh baik? kapan? bukannya ada prosesnya? ada jadwalnya? ada rencananya? ada niatnya? padahal tiap lima taun ada saja pergantian niat, pergantian rencana, pergantian jadwal, dan pergantian proses. padahal tiap lima tahun ada saja gengsi untuk melanjutkan impian pimpinan sebelumnya. sok indonesia baru lah, sok lebih baik lah, tapi ngga pernah punya misi nerusin yang sudah akan membaik. bangun rumah blm jd udah dibongkar lagi. blom sempat basi
Ga tahu mulai dari mana? lihat saja buang bungkus permen ke mana untuk tahu nasionalismenya. lihat saja cara mengemudi kendaraannya untuk tahu sholatnya. liat saja kamar mandinya untuk tahu manajemennya. mau jadi manusia basi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan anda?