Memang kita harus kenal cinta, dan kebanyakan dari kita salah persepsi mengenai cinta, coba telusuri lebih lanjut:
Cinta itu SENYAWA, bukan unsur, jadi kebanyakan orang tidak bisa mendefinisikan cinta dengan tepat.
Unsur cinta macam-macam. Senang, gembira, gemas, sayang, kangenan, penasaran, curiga, cemburu, khawatir, horni juga. Makanya sifat tuhan bukan mencinta, karena ada persepsi kata-kata yang menjurus ke unsur negatif. Jangan sampai tertipu kata-kata, rasional aja.
Unsur sex atau horni biasanya lebih besar pada pria, dan itu dikiranya cinta, padahal hanya sebatas penasaran, ingin tahu, pengalaman baru, adanya reaksi kimia tubuh, dan insting untuk berkembang biak. Lihat saja reaksi keduanya, berdegub kencang, kebayang-bayang, basi dah! Begitu nikah degubnya hilang, cintanya hilang dong?
Kebanyakan unsur cinta timbul akibat kita yang akan 'mempertaruhkan' dan menyerahkan sebagian besar hidup, pikiran, dan juga tubuh kita pada hanya satu orang, seumur hidup, ngga gampang buat ganti-ganti. Makanya khawatir ini itu karena bingung apakah itu orang yang tepat atau bukan. Pasrah pada pasangan berarti ia sudah percaya betul apapun yang akan terjadi, dan itu berarti bibit kesetiaan.
Unsur kasih sayang dan perhatian pada orang yang 'dicintainya' merupakan tindakan mempertahankan keadaan indah tersebut yang seakan-akan idealnya adalah menjadi milik kita.
Cinta itu dalam reaksinya di otak seperti halnya orang yang mabuk ringan. Efeknya bisa seperti terhipnotis, getaran jiwa, ngelamun, grogi. Jadi istilah mabuk cinta memang ada benarnya.
Jangan bilang 'cinta', bilang aja 'suka', itu lebih suci daripada perasaan cinta. Cinta yang suci hanya berlaku satu arah, tidak pernah berharap akan ada balasan.
Semoga kita lebih bijak ketika kita merasa memiliki cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan anda?